Majalengka, cyberSBI— Tokoh muda Majalengka, Omang Abdul Somad, meminta Polres Majalengka mengusut tuntas kasus pembegalan yang menimpa seorang santri.
Omang telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Majalengka, Kasat Intel, dan Kasat Reskrim untuk memastikan penanganan kasus berlangsung cepat dan transparan.
Omang menilai peristiwa tersebut menimbulkan keresahan di lingkungan pesantren, mengingat jumlah santri di Majalengka diperkirakan lebih dari 100.000 orang. Ia mengapresiasi respon cepat kepolisian dan mendorong peningkatan edukasi hukum ke pesantren-pesantren.
“Santri harus bersatu, jangan bergerak sendiri. Kita tetap harus menjaga kondusifitas,” tegasnya.
Dukungan serupa datang dari Agung, Ketua Umum GMOCT, yang mengecam keras aksi pembegalan.
"Aparat diminta segera menangkap pelaku," harapnya.
Koordinasi ini disebut menjadi wujud sinergi tokoh masyarakat, pemerintah daerah, aparat, dan media dalam menjaga keamanan komunitas pesantren di Majalengka.(*)
Blogger Comment
Facebook Comment