Terkini

Dishub Cimahi: Penyebab Kematian Anak di Cibeureum Belum Dipastikan Akibat Setrum PJG

CIMAHI, cyberSBI — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menegaskan bahwa penyebab kematian seorang anak berinisial MPS di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, belum dapat dipastikan akibat sengatan listrik dari tiang Penerangan Jalan Gang (PJG).

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media dan media sosial yang menyebut korban meninggal dunia karena tersengat aliran listrik saat memanjat tiang PJG. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB di RT 04/RW 13 Kelurahan Cibeureum.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban. Ia menyebutkan, terdapat kemungkinan korban terjatuh dan terbentur tiang saat berada di lokasi kejadian.

“Secara logika, kalau di tiang tersebut ada aliran listrik, anak tersebut tidak mungkin bisa naik ke tiang,” ujar Endang saat memberikan klarifikasi.

Endang menambahkan, pihaknya bersama Ketua RW setempat telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya aliran listrik pada badan tiang PJG.

“Petugas Dishub bersama Ketua RW sudah mengecek ke lokasi. Hasilnya tidak ada aliran setrum di tiang. Saat lampu dinyalakan pun kondisinya normal,” kata dia.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cimahi, IPTU Mochammad Gofur Supangkat, sebagaimana dikutip dari akun Instagram @infocimahi.co, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sempat memanjat tiang penerangan jalan gang dengan ketinggian sekitar tiga meter.

“Diduga saat itu korban tersengat aliran listrik dari tiang tersebut,” ujarnya. Namun, Gofur menegaskan bahwa keterangan tersebut masih berdasarkan kesaksian awal dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.

Dari pihak keluarga, ayah korban, Deni, menyampaikan bahwa saat kejadian anaknya dalam kondisi kehujanan dan pakaian yang dikenakan basah. Ia mengatakan sandal korban sempat terlepas di dekat tiang sebelum peristiwa tersebut terjadi.

“Kami juga belum bisa memastikan apakah anak kami tersengat listrik atau terjatuh lalu terbentur tiang,” ujar Deni.

Ia juga menyampaikan bahwa istrinya masih mengalami trauma akibat berbagai komentar warganet yang beredar di media sosial pascakejadian. Meski demikian, pihak keluarga mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Kota Cimahi.

“Saya berterima kasih atas kehadiran Wali Kota Cimahi bersama dinas terkait yang telah menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Pemerintah Kota Cimahi memberikan santunan sebesar Rp 10 juta kepada keluarga korban, ditambah Rp 30 juta dari dana asuransi.

Kepala Bidang Angkutan dan PJU Dishub Kota Cimahi, Iwan Ridwan, menjelaskan bahwa proyek PJG di lokasi kejadian masih dalam masa pemeliharaan dan belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah.

Dishub Kota Cimahi menyatakan siap mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian serta melakukan evaluasi lapangan apabila diperlukan untuk memastikan keamanan fasilitas penerangan jalan umum di wilayah tersebut.
Share on Google Plus

About Redaksi

    Blogger Comment
    Facebook Comment