Terkini

Sumber Daya Dikuasai Negara, Bencana Ditanggung Rakyat


Jakarta, cyberSBI — Penguasaan sumber daya alam oleh negara kembali menuai kritik di tengah maraknya bencana lingkungan yang melanda berbagai wilayah Indonesia. Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumatra dan Aceh dalam beberapa waktu terakhir memunculkan pertanyaan lama: siapa yang menikmati hasil pengelolaan sumber daya, dan siapa yang menanggung risikonya.

Bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah warga rusak, lahan pertanian hancur, akses transportasi terputus, serta memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat derasnya arus banjir dan longsoran tanah.

Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi.com) sekaligus Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT), Agung Sulistio, menilai peristiwa itu tak bisa dipahami semata sebagai bencana alam. Menurut dia, curah hujan tinggi hanya pemicu, sementara akar persoalan terletak pada kerusakan lingkungan yang berlangsung lama.

“Negara menguasai sumber daya alam, tapi ketika bencana datang, rakyat yang menanggung akibatnya. Ini ironi yang terus berulang,” kata Agung, Jumat (19/12/2025).

Ia menyoroti kerusakan hutan, alih fungsi lahan, serta lemahnya pengawasan terhadap aktivitas eksploitasi sumber daya alam—mulai dari pertambangan hingga perkebunan skala besar—sebagai faktor yang memperparah risiko banjir dan longsor. Ketika kawasan resapan air menyusut dan tata ruang diabaikan, bencana menjadi keniscayaan.

Agung menegaskan, peran negara tak boleh berhenti pada penguasaan dan pengelolaan kekayaan alam. Negara, kata dia, harus hadir sebagai pelindung warga, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana. “Evaluasi kebijakan, penegakan hukum lingkungan, dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas. Jika tidak, pembangunan hanya akan melahirkan penderitaan baru,” ujarnya.

Rangkaian bencana di Sumatra dan Aceh kembali menguatkan pesan yang kerap terdengar di tengah krisis lingkungan: sumber daya dikuasai negara, sementara bencana ditanggung rakyat. 

Sebuah peringatan bahwa tanpa perubahan tata kelola yang serius, tragedi serupa akan terus berulang.


Share on Google Plus

About Redaksi

    Blogger Comment
    Facebook Comment