Terkini

Diduga Praktik Penyalahgunaan Solar Subsidi Terjadi di SPBU Cimanggung, Aparat Diminta Menyelidiki

Sumedang, cyberSBI — Dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar kembali mencuat di Kabupaten Sumedang. Sejumlah pihak meminta aparat penegak hukum dan Pertamina melakukan penyelidikan menyeluruh atas aktivitas mencurigakan di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Cimanggung.

Informasi tersebut diperoleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari laporan redaksi media daring Bentengmerdeka. Dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi itu disebut terjadi di SPBU 34.453.07 yang berlokasi di Jalan Raya Bandung–Garut KM 25, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Menurut hasil penelusuran tim media pada awal Februari 2026, terdapat indikasi aktivitas pembelian Bio Solar dalam jumlah besar secara berulang dengan menggunakan kendaraan yang diduga telah dimodifikasi. Kendaraan tersebut disebut menggunakan tangki tambahan atau baby tank yang ditempatkan di bak atau box kendaraan.

“Modus yang terlihat, saat pengisian BBM, solar yang masuk ke tangki kendaraan dialirkan kembali melalui selang ke tangki tambahan di dalam kendaraan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Selasa (3/2/2026).

Aktivitas pengisian tersebut, lanjut sumber itu, dilakukan berulang kali dalam sehari dengan menggunakan sejumlah barcode MyPertamina yang berbeda. Setelah pengisian, kendaraan keluar dari area SPBU dan kembali masuk beberapa saat kemudian untuk melakukan pengisian ulang.

Jika dilakukan secara berulang, volume Bio Solar yang diduga terhimpun disebut bisa mencapai ratusan hingga ribuan liter per hari. Praktik tersebut dinilai berpotensi merugikan masyarakat yang seharusnya menerima BBM subsidi sesuai peruntukannya.

Sejumlah pihak menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi terus terjadi. “Ada anggapan di lapangan bahwa para pelaku merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya,” kata sumber tersebut, seraya menegaskan bahwa informasi ini masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.

GMOCT dan tim redaksi Bentengmerdeka mendorong PT Pertamina (Persero) untuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di SPBU terkait serta melakukan audit distribusi BBM subsidi. Selain itu, aparat kepolisian, mulai dari Polres Sumedang hingga Polda Jawa Barat, diminta melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut.



Share on Google Plus

About Redaksi

    Blogger Comment
    Facebook Comment